Telusuri
Senin, 03 Maret 2025
Sabtu, 08 Februari 2025
Selasa, 20 Februari 2024
Sabtu, 10 Juni 2023
Minggu, 07 Februari 2021
Sedang membuka link pendaftaran bagi rekan sejawat perawat yang belum bekerja untuk dapat mengabdi melalui profesi keperawatan.
==================================================
Pihak DPD PPNI Kota Bekasi
🌐webblog : dpdppnikotabekasi.blogspot.com
Minggu, 10 Januari 2021
DPD PPNI KOTA BEKASI MENDUKUNG PROGRAM VAKSINASI COVID-19 UNTUK INDONESIA SEHAT
Infokom DPD PPNI Kota Bekasi - Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Bekasi (DPP PPNI) secara konsisten dan mendukung atas program Pemerintah dalam pemberian vaksin Covid-19 bagi masyarakat luas.
Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah bersama Sekretaris Jenderal DPP PPNI Mustikasari mengintruksikan kepada para Pengurus di berbagai level kepengurusan dan Anggota PPNI seluruh Indonesia, untuk mendukung dan mengikuti program vaksin Covid-19 serta memberikan edukasi/pemahaman pada masyarakat untuk mensukseskan program ini.
Diberbagai kesempatan maupun di media massa, Ketua Umum DPP PPNI secara kontinyu menyampaikan pesan khusus berkaitan pemberian vaksin Covid-19 terhadap masyarakat keperawatan.
“Mengajak segenap saudara semua, teman sejawat, saudara-saudaraku se-rahim profesi, tentu kita bersatu untuk mendukung program pemerintah dalam mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ungkap Harif Fadhillah, saat menjadi Keynote Speaker pada Daily Zoominar DPP PPNI episode 190, melalui kanal Youtube Bapena PPNI, Rabu (6/1/2021).
Kamis, 17 Desember 2020
PERAWAT KOTA BEKASI BERDUKA
INFOKOM - Menjalankan tugas di garda terdepan bagi seorang perawat dalam upaya menyelamatkan jiwa manusia pada situasi pandemi covid-19 menjadi perhatian semua pihak.
Sekalipun nyawa yang menjadi taruhan, tak menyurutkan komitmen dan semangat perawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk setia dalam menjalankan tugas mulianya.
Rasa duka dan turut berbelangsungkawa atas meninggalnya perawat disaat menjalankan tugas menangani pasien yang terpapar Covid-19 disampaikan oleh Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) melalui berbagai media massa.
“Kita turut berdukacita secara mendalam, mudah-mudahan perawat yang telah meninggal dunia ditempatkan yang layak disisi Tuhan, dan semoga jasa-jasanya selalu terkenang di hati perawat dan masyarakat tentu saja,” ungkap Harif Fadhillah, yang disampaikannya kembali di Graha PPNI, Jakarta, Senin (6/4/2020).
Ketua Umum DPP PPNI ini mengharapkan juga kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga dapat diberikan kesabaran dan kekuatan menghadapi musibah ini.
“Tentu saja, kami bangga kepada perawat yang menjadi keluarga anda, menjadi pahlawan kemanusiaan, dan mudah-mudahan ini juga mengharumkan nama keluarga, dan juga kita sebagai profesi perawat,” tutur Harif Fadhillah.
Jumat, 09 Oktober 2020
Infokom DPP PPNI - Menjalankan tugas di garda terdepan bagi seorang perawat dalam upaya menyelamatkan jiwa manusia pada situasi pandemi covid-19 menjadi perhatian semua pihak.
Sekalipun nyawa yang menjadi taruhan, tak menyurutkan komitmen dan semangat perawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk setia dalam menjalankan tugas mulianya.
Rasa duka dan turut berbelangsungkawa atas meninggalnya perawat disaat menjalankan tugas menangani pasien yang terpapar Covid-19 disampaikan oleh Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) melalui berbagai media massa.
“Kita turut berdukacita secara mendalam, mudah-mudahan perawat yang telah meninggal dunia ditempatkan yang layak disisi Tuhan, dan semoga jasa-jasanya selalu terkenang di hati perawat dan masyarakat tentu saja,” ungkap Harif Fadhillah, yang disampaikannya kembali di Graha PPNI, Jakarta, Senin (6/4/2020).
Ketua Umum DPP PPNI ini mengharapkan juga kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga dapat diberikan kesabaran dan kekuatan menghadapi musibah ini.
“Tentu saja, kami bangga kepada perawat yang menjadi keluarga anda, menjadi pahlawan kemanusiaan, dan mudah-mudahan ini juga mengharumkan nama keluarga, dan juga kita sebagai profesi perawat,” tutur Harif Fadhillah.
Rabu, 07 Oktober 2020
Langkah-langkah pengurusan PKB online anggota PPNI
- Sebelum memulai, pastikan dokumen (sertifikat/SK/dll) yang dibutuhkan telah berbentuk soft file.
- kunjungi website https://ppni-inna.org/ > klik membership


- Loginbox: masukan username (NIRA) dan Password akun anda

- Klik “Private Area” lalu klik “PKB” terletak disebalah kiri dekstop/layar komputer

- Pilih menu “Permohonan melakukan PKB” lalu klik menu/fitur “+Tambah”
- Silahkan lengkapi biodata STR anda dan klik “simpan”
- Selanjutnya, klik “Buku Log”, lalu klik “Borang Pengisian”
- Pilih kegiatan yang akan anda input. Contoh “Peserta dalam pelatihan” > klik “input” > lengkapi datanya > “simpan”.
- Jika anda ingin memeriksa nilai SKP yang anda dapatkan, silahkan klik “Buku Log” > pilih periode akan
- Menunggu verifikasi dari Tim Verifikator DPD PPNI dan DPW PPNI.
Minggu, 27 September 2020
SEBARAN KEMATIAN PERAWAT BERDASARKAN PROVINSI DAN NEGARA
Infokom DPP PPNI - Menjalankan tugas di garda terdepan bagi seorang perawat dalam upaya menyelamatkan jiwa manusia pada situasi pandemi covid-19 menjadi perhatian semua pihak.
Sekalipun nyawa yang menjadi taruhan, tak menyurutkan komitmen dan semangat perawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk setia dalam menjalankan tugas mulianya.
Rasa duka dan turut berbelangsungkawa atas meninggalnya perawat disaat menjalankan tugas menangani pasien yang terpapar Covid-19 disampaikan oleh Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) melalui berbagai media massa.
“Kita turut berdukacita secara mendalam, mudah-mudahan perawat yang telah meninggal dunia ditempatkan yang layak disisi Tuhan, dan semoga jasa-jasanya selalu terkenang di hati perawat dan masyarakat tentu saja,” ungkap Harif Fadhillah, yang disampaikannya kembali di Graha PPNI, Jakarta, Senin (6/4/2020).
Ketua Umum DPP PPNI ini mengharapkan juga kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga dapat diberikan kesabaran dan kekuatan menghadapi musibah ini.
“Tentu saja, kami bangga kepada perawat yang menjadi keluarga anda, menjadi pahlawan kemanusiaan, dan mudah-mudahan ini juga mengharumkan nama keluarga, dan juga kita sebagai profesi perawat,” tutur Harif Fadhillah.
Minggu, 20 September 2020
DPP PPNI Sukses Gelar Doa Perawat Untuk Negeri
Infokom DPP PPNI - Dalam upaya mengatasi lonjakan kasus yang terpapar wabah Covid-19 diperlukan keaktifan dari semua komponen bangsa dan saling bersinergi, demi memberikan pelayanan kesehatan terbaik.
Berdasarkan data yang disampaikan melalui press release Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) pada Selasa (15/9/2020), bahwa selama enam bulan pandemi Covid-19 ada lebih dari 75 perawat dan lebih dari 100 dokter telah meninggal dunia, belum termasuk tenaga kesehatan lainnya.
Disamping itu, perlindungan terhadap perawat belum sepenuhnya maksimal, proteksi paparan belum sesuai dengan standar keselamatan kerja bagi tenaga keperawatan, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) belum memadai, jumlah perawat tidak sesuai dengan rasio pasien dan apresiasi dan kompensasi terhadap kinerja perawat belum optimal.
Sementara perawat berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19, sangat disayangkan masih ada segelintir masyarakat yang memperlakukan tidak layak, tidak manusiawi, dan menstigma negatif terhadap perawat.
Perlakuan tersebut tentunya sangat tidak adil bagi profesi perawat yang rela meninggalkan keluarganya, untuk menjalankan tugas mulia sebagai profesi dan panggilan tugas negara dalam berjibaku dengan Covid-19.
Namun hingga saat ini pula, apresiasi kepada kepala daerah sudah memperhatikan perawat yang menangani Covid-19, dengan memberikan fasilitas transportasi, rumah singgah, penginapan, bahkan hotel sebagai tempat istirahat. Dengan adanya dukungan tersebut sangat menguatkan fisik dan mental perawat yang bekerja dalam tekanan membantu menyelamatkan jiwa manusia yang membutuhkan pertolongan.
PPNI dalam upaya meningkatkan sinergitas dengan Pemerintah, Kementerian/Lembaga, dan masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19, berinisiasi melakukan kegiatan bertemakan ‘'Doa Perawat Untuk Negeri'’.
Kegiatan yang berlangsung secara virtual ini diprakarsai DPP PPNI bersama Tim Penanganan Covid-19 DPP PPNI (Satgas Covid-19 DPP PPNI).
Pelaksanaan rangkaian kegiatan ‘Doa Perawat Untuk Negeri’, telah berlangsung pada Selasa (15/9/2020), dibuka secara langsung, yang diawali sambutan Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah.
Kegiatan dihadiri dan sekaligus memberikan sambutan, antara lain : Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menko PMK RI Muhajir Effendy, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Kepala BNPB RI Doni Monardo.
Rangkaian kegiatan ini menghadirkan juga KH. Abdullah Gymnastiar (Pendakwah/Pendiri Ponpes Daarut Tauhid), Taufiq Ismail (Sastrawan) dan para tokoh lintas agama, serta perwakilan ahli waris dari perawat yang telah gugur dalam penanganan Covid-19.
Sementara itu, tujuan kegiatan ini berdasarkan press release DPP PPNI, diantaranya : 1. Bentuk dukungan kepada semua perawat agar tetap tegar dan semangat dalam melayani pasien terinfeksi Covid-19., 2. Permohonan dukungan dan doa dari seluruh komponen bangsa, agar tenaga kesehatan yang sedang terpapar termasuk perawat dapat tetap semangat dan kembali sehat., 3. Permohonan doa untuk para perawat yang telah gugur dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkannya., dan 4. Permohonan doa dari seluruh komponen bangsa agar negeri Indonesia segera terbebas dari wabah Covid-19.
Pelaksanaan kegiatan ini berjalan baik dan terarah, yang dipandu oleh Yeti Resnayati bersama Agung Waluyo sebagai moderator, serta dukungan dari para Pengurus DPP, DPW, DPD dan DPK PPNI seluruh Indonesia.
Antusias maupun dukungan juga berasal dari ahli waris perawat yang gugur menangani Covid-19 dan anggota perawat dimanapun berada atas terselenggaranya kegiatan ini.
Semoga Doa yang dipanjatkan diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dan perawat bersama tenaga kesehatan lainnya yang gugur mendapatkan tempat terbaik disisiNya. Aamiin... (IR)
Sumber berita : laman web ppni-inna.org
Sumber foto : Screenshoot Youtube Bapena PPNI
Selasa, 18 Agustus 2020
Ahli Waris Bangga Terima Bintang Jasa & Akui Peran PPNI
Ahli Waris Bangga Terima Bintang Jasa & Akui Peran PPNI
Infokom DPP PPNI - Pemberian Bintang Jasa Pratama dan Bintang Jasa Nararya dari pemerintah Indonesia di HUT RI ke-75 tahun, sebagai bentuk pengakuan negara terhadap jasa perawat yang gugur dalam menangani pandemi Covid-19.
Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah turut merasakan kebanggaan atas pemberian Bintang Jasa tersebut, yang langsung diserahkan Presiden Joko Widodo kepada ahli waris dari perawat yang gugur di Istana Negara Jakarta, Kamis (13/8/2020).
Dibalik kebanggaan dan keharuan yang dirasakan oleh perawat dimanapun berada dan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), hal yang sama juga dirasakan oleh para keluarga ahli waris atas kehilangan orang yang dicintai.
Salah satu perwakilan ahli waris dari almarhum Adharul Anam, yang turut menerima Bintang Jasa Nararya memperkuat keteguhan hatinya atas pengakuan negara sehingga rasa duka yang dialaminya, kini menjadi kekuatan dan keyakinan bahwa perjuangan semua tenaga kesehatan yang gugur akan mendapatkan tempat terbaik disisiNya.
“Perasaan menerima Bintang Jasa itu, menurut saya sedih dan senang. Sedihnya, kehilangan anggota keluarga. Senangnya, merasa diperhatikan oleh pemerintah dan negara, karena dapat penghargaan Bintang Jasa Nararya. Berarti anak saya diakui oleh negara bahwa telah membantu pemerintah untuk penanganan Covid-19,” ucap Syaiful Amin, setelah menerima penghargaan melalui hubungan telepon, Jum’at, 14 Agustus 2020.
“Mudah-mudahan anak saya meninggalnya husnul khotimah, jadi syahid karena pemerintah telah memberikan penghargaan Bintang Jasa Nararya, berarti tidak diragukan lagi,” lanjut ayah alm Adharul Anam.
Syaiful Amin menerangkan, dirinya memiliki dua anak kembar, yang kembar pertama merupakan almarhum yang gugur dalam menangani langsung pasien terpapar Covid-19. Almarhum bertugas di ruang ICU RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta.
“Kemungkinan anak saya terpapar dari 2 orang pasien, 1 orang yang baru pulang dari luar negeri dan 1 orang warga negara Indonesia yang nampaknya pasien itu tidak jujur. Waktu itu pula sepertinya pada bulan Maret 2020, bahwa APD (alat pelindung diri) belum begitu lengkap seperti sekarang ini,” sebutnya.
Menurut dirinya, PPNI sangat bagus sebagai jembatan atau penghubung antara ahli waris almarhum dengan pemerintah. Jadi mungkin kalau tidak ada PPNI, mungkin tidak sampai menerima penghargaan karena yang mengajukan itu semua PPNI.
Ditambahkannya, kepedulian PPNI terhadap keluarga ahli waris telah dibuktikan sebelumnya, ketika itu Pengurus PPNI berkunjung ke rumah kediamannya untuk mengucapkan bela sungkawa.
“Saya berterima kasih sekali kepada PPNI, Bapak Harif Fadhillah (Ketua Umum DPP PPNI), Pak Asep Gunawan (Sekretaris Tim Penanganan Covid-19 DPP PPNI), PPNI DKI Jakarta, PPNI Jakarta Utara dan semua tim, yang telah berjuang untuk membela para perawat yang gugur. Memang Pak Asep Gunawan telah bekerja keras menjadi motor penggeraknya,” tutur Syaiful Amin, yang bertugas di Mabes TNI-AD.
Rombongan PPNI yang berkunjung pada 9 Mei 2020 yang lalu ke rumah duka almarhum Adharul Anam di Kota Bekasi, Jawa Barat dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, didampingi Tim Penanganan Covid-19 DPP PPNI, Ketua DPW PPNI DKI Jakarta Jajang Rahmat, dan Ketua DPD PPNI Jakarta Utara Maryanto. (IR)
TERPOPULER
-
IKUTI LANGKAH BERIKUT Sebelum memulai, pastikan dokumen (sertifikat/SK/dll) yang dibutuhkan telah berbentuk soft file. kunjungi website h...
-
Infokom DPP PPNI - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) melalui Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, bersa...
-
DPD PPNI KOTA BEKASI MENDUKUNG PROGRAM VAKSINASI COVID-19 UNTUK INDONESIA SEHAT Infokom DPD PPNI Kota Bekasi - Dewan Pengurus Daerah Pers...
-
SEJARAH PPNI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) lahir pada tanggal 17 Maret 1974. Kebulatan tekad spirit yang sama dicetuskan ...
-
DOWNLOAD E-SERTIFIKAT & MATERI KLIK DAFTAR UNTUK MELAKUKAN REGRISTRASI RELAWAN PERAWAT PATRIOT KOTA BEKASI D A F T A R
-
Jakarta, 31 Maret 2020 Pada Selasa 31 Maret, terdapat penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 114 kasus, sehingga to...
-
picture from Kemenkes RI Infokom DPP PPNI - Pemeriksaan terhadap spesimen terus diperbanyak di wilayah tertentu untuk mengetahui penyebaran ...
-
Infokom DPP PPNI - Langkah pengamanan dan penyelamatan terhadap tenaga keperawatan pada saat menangani pandemi Covid-19 menjadi prioritas...

.png)






.png)

.png)






























