Infokom DPP PPNI - Dalam upaya mengatasi lonjakan kasus yang terpapar wabah Covid-19 diperlukan keaktifan dari semua komponen bangsa dan saling bersinergi, demi memberikan pelayanan kesehatan terbaik.  

Berdasarkan data yang disampaikan melalui press release Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) pada Selasa (15/9/2020), bahwa selama enam bulan pandemi Covid-19 ada lebih dari 75 perawat dan lebih dari 100 dokter telah meninggal dunia, belum termasuk tenaga kesehatan lainnya.

Disamping itu, perlindungan terhadap perawat belum sepenuhnya maksimal, proteksi paparan belum sesuai dengan standar keselamatan kerja bagi tenaga keperawatan, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) belum memadai, jumlah perawat tidak sesuai dengan rasio pasien dan apresiasi dan kompensasi terhadap kinerja perawat belum optimal.

Sementara perawat berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19, sangat disayangkan masih ada segelintir masyarakat yang  memperlakukan tidak layak, tidak manusiawi, dan menstigma negatif terhadap perawat.

Perlakuan tersebut tentunya sangat tidak adil bagi profesi perawat yang rela meninggalkan keluarganya, untuk menjalankan tugas mulia sebagai profesi dan panggilan tugas negara dalam berjibaku dengan Covid-19.

Namun hingga saat ini pula, apresiasi kepada kepala daerah sudah memperhatikan perawat yang menangani Covid-19, dengan memberikan fasilitas transportasi, rumah singgah, penginapan, bahkan hotel sebagai tempat istirahat. Dengan adanya dukungan tersebut sangat menguatkan fisik dan mental perawat yang bekerja dalam tekanan membantu menyelamatkan jiwa manusia yang membutuhkan pertolongan.

PPNI dalam upaya meningkatkan sinergitas dengan Pemerintah, Kementerian/Lembaga, dan masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19, berinisiasi melakukan kegiatan bertemakan ‘'Doa Perawat Untuk Negeri'’.   

Kegiatan yang berlangsung secara virtual ini diprakarsai DPP PPNI bersama Tim Penanganan Covid-19 DPP PPNI (Satgas Covid-19 DPP PPNI).

Pelaksanaan rangkaian kegiatan ‘Doa Perawat Untuk Negeri’, telah berlangsung pada Selasa (15/9/2020), dibuka secara langsung, yang diawali sambutan Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah.

Kegiatan dihadiri dan sekaligus memberikan sambutan, antara lain : Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menko PMK RI Muhajir Effendy, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Kepala BNPB RI Doni Monardo.

Rangkaian kegiatan ini menghadirkan juga KH. Abdullah Gymnastiar (Pendakwah/Pendiri Ponpes Daarut Tauhid), Taufiq Ismail (Sastrawan) dan para tokoh lintas agama, serta perwakilan ahli waris dari perawat yang telah gugur dalam penanganan Covid-19.

Sementara itu, tujuan kegiatan ini berdasarkan press release DPP PPNI, diantaranya : 1. Bentuk dukungan kepada semua perawat agar tetap tegar dan semangat dalam melayani pasien terinfeksi Covid-19., 2. Permohonan dukungan dan doa dari seluruh komponen bangsa, agar tenaga kesehatan yang sedang terpapar termasuk perawat dapat tetap semangat dan kembali sehat., 3. Permohonan doa untuk para perawat yang telah gugur dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkannya., dan 4. Permohonan doa dari seluruh komponen bangsa agar negeri Indonesia segera terbebas dari wabah Covid-19.

Pelaksanaan kegiatan ini berjalan baik dan terarah, yang dipandu oleh Yeti Resnayati bersama Agung Waluyo sebagai moderator, serta dukungan dari para Pengurus DPP, DPW, DPD dan DPK PPNI seluruh Indonesia.

Antusias maupun dukungan juga berasal dari ahli waris perawat yang gugur menangani Covid-19 dan anggota perawat dimanapun berada atas terselenggaranya kegiatan ini.

Semoga Doa yang dipanjatkan diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dan perawat bersama tenaga kesehatan lainnya yang gugur mendapatkan tempat terbaik disisiNya. Aamiin... (IR)

 

Sumber berita : laman web ppni-inna.org

Sumber foto : Screenshoot Youtube Bapena PPNI